Pengelolaan irigasi yang efisien sangat krusial dalam budidaya padi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja tata air pada metode Alternate Wetting and Drying (AWD) dan metode genangan konvensional menggunakan indikator Relative Water Supply (RWS) dan Relative Irrigation Supply (RIS). Penelitian eksperimental ini dilaksanakan di Subak Sigaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AWD secara konsisten lebih efisien dibandingkan metode genangan. Laju perkolasi pada metode AWD (4,82 mm/hari) lebih rendah dibandingkan metode genangan (5,62 mm/hari), yang menunjukkan efisiensi penahanan air yang lebih baik. Nilai RWS pada kedua metode berada di atas 1, namun AWD menunjukkan efisiensi yang lebih unggul dengan nilai yang lebih mendekati batas ideal. Analisis RIS mengungkapkan tingkat pemborosan yang signifikan pada metode genangan (mencapai angka 59,69 pada petakan tertentu), sementara metode AWD berhasil menekan penggunaan air dengan nilai RIS musiman yang jauh lebih rendah (2,46 – 2,62). Uji statistik T-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang sangat nyata (P-value 0,00211 < 0,05) pada efisiensi air irigasi antara kedua metode. Disimpulkan bahwa metode AWD mampu menekan penggunaan air irigasi secara drastis melalui fase pengeringan terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan fisiologis tanaman.
Copyrights © 2026