Alat pelindung diri (APD) penting untuk mencegah paparan bahaya pada pekerja rumah sakit, termasuk petugas kebersihan yang menangani limbah medis dan bahan terkontaminasi. Berdasarkan data kecelakaan kerja periode 2024 hingga awal 2026, tercatat empat kasus tertusuk jarum saat penanganan limbah infeksius, satu kasus paparan cairan pembersih pada mata, dan satu kejadian tertimpa pagar besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD serta mengidentifikasi faktor dominan pada petugas kebersihan RSUP H. Adam Malik. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 256 petugas dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik biner pada tingkat kemaknaan p0,05. Hasil penelitian menunjukkan 52,3% berada pada kategori penggunaan APD tinggi dan 47,7% pada kategori rendah. Pengetahuan (p0,001), sikap (p=0,016), dan ketersediaan APD (p0,001) berhubungan signifikan dengan penggunaan APD, sedangkan usia (p=0,649) dan jenis kelamin (p=0,983) tidak berhubungan. Ketersediaan APD merupakan faktor dominan (AOR=4,309; 95% CI: 1,743–10,653), diikuti pengetahuan (AOR=3,605; 95% CI: 2,097–6,199) dan sikap (AOR=1,800; 95% CI: 1,044–3,104). Peningkatan ketersediaan APD, penguatan pengawasan, dan peningkatan kesadaran keselamatan kerja diperlukan untuk mendukung penggunaan APD.
Copyrights © 2026