Diabetes Melitus (DM) meningkatkan risiko tuberkulosis (TB), dengan penderita DM memiliki risiko 2-4 kali lebih besar mengalami TB dibandingkan individu non-DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan diabetes melitus dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian case sontrol ini dilakukan pada pasien di Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Sebanyak 31 responden kelompok kasus ditentukan dengan teknik total sampling dan 31 kontrol ditentukan dengan teknik quota sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square dengan a=0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan 95% CI. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM (p=0,035; OR=3,657) (95% CI=1,220-10,962), jenis DM (p=0,046; OR= 5,932) (95% CI= 1,163-30,254) dan kadar glukosa darah puasa (p=0,024; OR= 6,905) (95% CI= 1,368-34,846) dengan kejadian TB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama menderita DM, jenis DM dan kadar glukosa darah puasa berhubungan signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Penegndalian glikemik optimal dan skrining TB terintegrasi pada penderita DM diperlukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Copyrights © 2026