Ketimpangan produktivitas antara petani kelapa sawit swadaya dan perkebunan besar masih menjadi tantangan bagi industri sawit nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan kawalan budidaya melalui "Program Makmur" serta memetakan faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Sumber Agung, Kabupaten Musi Banyuasin. Menggunakan metode Mixed Methods dengan desain sekuensial eksplanatoris, studi ini melibatkan 69 petani yang. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk membandingkan produktivitas serta regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh variabel kontrol budidaya. Hasil penelitian menunjukkan lonjakan produktivitas yang signifikan, di mana rata-rata hasil panen meningkat dari 1,37 ton/bulan menjadi 1,56 ton/bulan setelah intervensi program. Dari variabel yang diuji, adopsi hasil uji tanah (X2) ditemukan sebagai faktor paling dominan dengan nilai t-hitung 4,643 dan signifikansi 0,001. Secara ilmiah, dominasi ini membuktikan bahwa ketepatan asupan nutrisi berdasarkan status hara riil tanah jauh lebih efektif dalam mendongkrak hasil panen dibandingkan praktik konvensional yang bersifat spekulatif. Secara simultan, kepatuhan prinsip 4T, adopsi uji tanah, dan pendampingan agronomis memberikan kontribusi sebesar 88,2% terhadap peningkatan produktivitas. Faktor pendukung utama mencakup tingginya motivasi petani, usia produktif dan kemudahan akses pupuk berkualitas, sementara hambatan logistik saat musim hujan menjadi kendala operasional utama. Secara praktis, penelitian ini menggarisbawahi vitalnya peran Mobil Uji Tanah (MUT) sebagai instrumen transformasi menuju pertanian presisi bagi petani swadaya. Dari sisi kebijakan, disarankan bagi otoritas terkait untuk memperluas jangkauan Program Makmur dengan memperkuat struktur pendampingan lapangan guna memutus ketergantungan pada cara tradisional dan memastikan kesejahteraan ekonomi jangka panjang bagi sektor perkebunan rakyat. Keywords: Makmur Program, Cultivation Management, Oil Palm, Productivity.
Copyrights © 2026