Inovasi pangan tradisional berbasis potensi lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan gizi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi daun bavoa (Cleome chelidanii LF) terhadap peningkatan kadar protein dan tingkat akseptabilitas konsumen pada produk rengginang. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk parameter kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji sensoris dengan empat taraf perlakuan (10 g, 15 g, 20 g, dan 25 g). Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi daun bavoa berkorelasi positif secara signifikan terhadap kandungan protein produk. Formulasi terbaik ditemukan pada perlakuan P4 (25 g) yang menghasilkan kadar protein sebesar 15,25%. Berdasarkan uji hedonik terhadap 60 panelis, perlakuan P4 juga menunjukkan akseptabilitas tertinggi dengan skor rata-rata pada atribut rasa (4,10), tekstur (4,04), warna (3,88), dan aroma (3,79). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan daun bavoa tidak hanya meningkatkan nilai fungsional rengginang tetapi juga menciptakan karakteristik organoleptik yang diminati masyarakat.
Copyrights © 2026