Rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) merupakan hijauan pakan yang memiliki produktivitas tinggi dan berpotensi mendukung kebutuhan pakan ternak ruminansia. Pertumbuhan dan produksi rumput odot dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, sehingga diperlukan pemupukan yang efektif dan ramah lingkungan. Pupuk organik cair (POC) urin kambing merupakan salah satu sumber bahan organik yang berpotensi menyediakan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa tingkat POC urin kambing terhadap pertumbuhan dan produksi rumput odot serta menentukan konsentrasi terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Agroindustri Universitas Negeri Padang Kampus Sijunjung pada Januari sampai Maret 2026. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (tanpa POC), P1 (500 mL), P2 (600 mL), P3 (700 mL), dan P4 (800 mL) POC urin kambing yang diencerkan hingga volume larutan 2.000 mL. Aplikasi dilakukan pada tanaman dalam polybag berukuran 7 kg pada umur 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam dengan metode penyiraman pada pangkal tanaman. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan berat segar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC urin kambing memberikan respons terbaik pada perlakuan P3 dengan konsentrasi 700 mL POC/2.000 mL larutan, menghasilkan tinggi tanaman 91,25 cm, jumlah daun 11 helai, dan berat segar 439 g. Peningkatan volume POC hingga 800 mL tidak meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput odot. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi 700 mL POC urin kambing/2.000 mL larutan merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput odot.
Copyrights © 2026