Mortalitas pedet pra-sapih merupakan salah satu permasalahan dalam pemeliharaan sapi potong yang dapat menghambat peningkatan populasi dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat mortalitas pedet pra-sapih serta faktor yang berkaitan dengan mortalitas di UPTD Ternak Ruminansia Air Runding, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari recording kelahiran dan kematian pedet periode 2021–2025, observasi, serta wawancara. Analisis hubungan bangsa sapi dan metode perkawinan dengan status mortalitas menggunakan Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Mortalitas pedet selama 2021–2025 berkisar 6,1–10,4%, tertinggi pada 2023 sebesar 10,4% dan terendah pada 2025 sebesar 6,1%. Total kematian mencapai 53 ekor, terdiri atas malnutrisi (20 ekor), cacingan (16 ekor), cuaca (9 ekor), dan serangan binatang (8 ekor). Berdasarkan bangsa sapi, kematian tercatat pada 1 dari 13 induk Bali (7,7%), 6 dari 11 induk Pesisir (54,5%), dan 3 dari 6 induk Simmental (50,0%). Fisher's Exact Test menunjukkan hubungan signifikan antara bangsa sapi dan status mortalitas (p = 0,031), sedangkan metode perkawinan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,694). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara bangsa sapi dan status mortalitas pada populasi penelitian, tanpa menunjukkan hubungan sebab-akibat. Peningkatan manajemen nutrisi, kesehatan, sanitasi, perlindungan cuaca, dan pengamanan pedet diperlukan untuk mendukung penurunan mortalitas pra-sapih.
Copyrights © 2026