Pengembangan kompetensi guru di Kabupaten Pangkep menjadi fokus penting untuk meningkatkan kualitas Pendidikan secara umum. Guru Sebagian besar menghadapi kesulitan dalam merancang bahan ajar inovatif, serta penerapan pembelajaran berbasis teknologi disebabkan keterbatasan waktu dan fasilitas pendukung. Kegiatan pengabdian ini menghadirkan pelatihan penyusunan micro-module bagi 25 guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep sebagai mitra pengabdian dengan tujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai micro-module, kemampuan menyusun, penerapan dalam pembelajaran kimia, peningkatan kompetensi profesional, dan persepsi guru terhadap efektivitas pelatihan. Metode kegiatan meliputi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup identifikasi kebutuhan guru, penyusunan modul, dan angket persepsi lima aspek yaitu materi pelatihan, narasumber, pelaksanaan pelatihan, manfaat pelatihan, dan tindak lanjut; tahap pelaksanaan berupa pelatihan dengan praktik langsung penyusunan micro-module dan diskusi; serta tahap evaluasi menggunakan angket skala Likert yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata persepsi guru berada pada kategori sangat tinggi untuk semua aspek dengan uraian materi pelatihan (4,68), narasumber (4,67), pelaksanaan pelatihan (4,60), manfaat pelatihan (4,45), dan tindak lanjut (4,69), dengan pelatihan diterima dengan baik dan meningkatkan pemahaman guru, keterampilan pedagogis, motivasi, kompetensi digital, serta persepsi positif guru terhadap program. Kesimpulannya pelatihan micro-module terbukti efektif sebagai strategi pengembangan profesional guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep memberikan manfaat nyata pada peningkatan kapasitas guru, penguatan kompetensi digital, pengembangan praktik pembelajaran inovatif, dan memperkuat kualitas pendidikan kimia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026