Urgensi riset interdisipliner yang mengintegrasikan biologi molekuler dengan psikologi pendidikan merupakan landasan strategis bagi orkestrasi kebijakan sekolah yang berbasis data neurosains. Penelitian ini mengeksplorasi epigenetic predisposition dan biochemical signaling pathways sebagai determinan laten dalam proses kognisi siswa. Menggunakan metodologi ex post facto dengan pendekatan deskriptif komparatif, studi ini menganalisis profil kognitif 106 responden siswa Sekolah Dasar di Tana Toraja. Analisis data melalui uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan yang krusial (F=5,535; p = 0,001 < 0,05) antar variasi golongan darah A, B, AB dan O. Temuan empiris mengonfirmasi dominasi performa kognitif kelompok AB dengan skor tertinggi rata-rata (3,6111) dan stabilitas kelompok golongan darah O (3,3360). Hasil ini menegaskan bahwa variasi biokimia seluler mempengaruhi efisiensi pemrosesan informasi yang berimplikasi pada keharusan penerapan kurikulum berdiferensiasi sebagai rekomendasi kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tana Toraja.
Copyrights © 2026