Nelayan Desa Tanjung Anom masih banyak mengandalkan tanda alam, intuisi, dan ingatan dalam menentukan posisi dan jalur pelayaran. Kegiatan PkM ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar penggunaan GPS pada smartphone dan peta laut digital sebagai alat bantu navigasi. Program diikuti 20 nelayan melalui tahap edukasi, praktik terbimbing, simulasi rute, pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Tujuh indikator dievaluasi: fungsi GPS, penentuan posisi, pembacaan informasi dasar peta laut digital, pembuatan waypoint, penggunaan rute/tracking, pengenalan kedalaman dan bahaya navigasi, serta perencanaan rute sederhana. Tingkat kepatuhan mengikuti pelatihan rata-rata 93%. Rata-rata sederhana dari tujuh persentase indikator meningkat secara deskriptif dari 53,3% pada pre-test menjadi 79,4% pada post-test, atau selisih 26,1 poin persentase. Pemahaman fungsi GPS meningkat dari 63% menjadi 84%, pembacaan informasi dasar peta dari 52% menjadi 78%, dan pengenalan kedalaman/bahaya dari 54% menjadi 80%. Data individual dan uji inferensial tidak tersedia, sehingga hasil tidak ditafsirkan sebagai efek kausal atau bukti peningkatan keselamatan di laut. Waypoint, tracking, dan interpretasi peta masih memerlukan pendampingan lanjutan. Fishers in Tanjung Anom Village still commonly rely on natural landmarks, intuition, and memory to determine positions and sailing routes. This community service program aimed to improve basic skills in using smartphone GPS and digital nautical charts as navigational aids. Twenty fishers participated in education, guided practice, route simulation, pre-test, post-test, and skill observation. Seven indicators were evaluated: GPS function, position determination, reading basic digital-chart information, creating waypoints, using route/tracking features, recognizing depth and navigational hazards, and planning a simple route. Average training compliance was 93%. The simple arithmetic mean of the seven indicator percentages increased descriptively from 53.3% at pre-test to 79.4% at post-test, a difference of 26.1 percentage points. Understanding of GPS functions increased from 63% to 84%, reading basic chart information from 52% to 78%, and recognition of depth/hazards from 54% to 80%. Individual-level data and inferential tests were unavailable; therefore, the results are not interpreted as causal effects or evidence of improved real-world maritime safety. Waypoint use, tracking, and chart interpretation still require further mentoring.
Copyrights © 2026