This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh perang dagang global pada jaringan transportasi laut dan logistik dalam perdagangan internasional Agung Kwartama; Akhmad Ndori
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.114

Abstract

Konflik perdagangan global, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok, telah menyebabkan perubahan signifikan dalam dinamika perdagangan internasional dan memberikan dampak langsung terhadap sistem transportasi laut dan logistik global. Sejak tahun 2018, penerapan tarif dan kebijakan proteksionis oleh kedua negara telah memicu perubahan pola perdagangan, menciptakan ketidakpastian pasar, serta mendorong relokasi aktivitas produksi ke negara-negara alternatif seperti Vietnam dan India. Transportasi laut—yang mengangkut sekitar 80% dari total volume perdagangan dunia—menghadapi tantangan besar berupa perubahan rute pelayaran, fluktuasi volume pengiriman, serta peningkatan biaya logistik. Beberapa pelabuhan utama di Tiongkok mencatat penurunan aktivitas bongkar muat, sementara pelabuhan di Asia Tenggara dan kawasan lainnya mengalami lonjakan trafik sebagai dampak dari perubahan alur distribusi global. Ketidakpastian dalam rantai pasok juga menuntut perusahaan logistik untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan operasional. Di sisi lain, perubahan rute pelayaran secara tidak langsung berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon, sehingga menimbulkan tantangan baru dalam konteks keberlanjutan lingkungan. Studi-studi terkini yang dimuat dalam jurnal seperti Maritime Policy & Management serta Transportation Research Part E menunjukkan berbagai strategi adaptif yang diterapkan oleh pelabuhan dan perusahaan pelayaran dalam merespons kondisi ini. Analisis ini menegaskan pentingnya perumusan kebijakan global yang terkoordinasi untuk memitigasi dampak negatif terhadap transportasi laut serta mendukung keberlanjutan jangka panjang industri maritim di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.   The global trade conflict, particularly between the United States and China, has significantly altered the dynamics of international commerce and has had a direct impact on maritime transportation and global logistics systems. Since 2018, the imposition of tariffs and protectionist policies by both countries has triggered shifts in trade patterns, created market uncertainty, and driven the relocation of production activities to alternative countries such as Vietnam and India. Maritime transport—which handles approximately 80% of global trade volume—faces major challenges, including changes in shipping routes, fluctuations in cargo volume, and rising logistics costs. Several major ports in China have reported declines in cargo handling activity, while ports in Southeast Asia and other regions have experienced increased traffic due to the reconfiguration of global supply chains. Supply chain uncertainty has also required logistics companies to enhance their operational flexibility and resilience. Furthermore, rerouting of vessels has indirectly contributed to an increase in carbon emissions, posing new environmental sustainability challenges. Recent studies published in journals such as Maritime Policy & Management and Transportation Research Part E highlight various adaptive strategies adopted by ports and shipping companies in response to these conditions. This analysis underscores the importance of coordinated global policy responses to mitigate the negative impacts on maritime transportation and to support the long-term sustainability of the maritime industry amid ongoing geopolitical shifts.
Peran perlindungan hukum merek dalam pembentukan brand image dan trust pelanggan untuk mendukung ekspansi jasa transportasi laut Akhmad Ndori; Agung Kwartama
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perlindungan hukum merek dalam pembentukan brand image  dan trust pelanggan sebagai faktor pendukung ekspansi jasa transportasi laut pada PT Yicheng Logistik Transportasi Jakarta. Persaingan yang semakin ketat di industri transportasi laut menuntut perusahaan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memastikan adanya perlindungan hukum terhadap merek guna menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), dengan pengumpulan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum merek yang konsisten dan efektif berperan signifikan dalam memperkuat brand image  dan meningkatkan trust pelanggan, yang selanjutnya berkontribusi positif terhadap strategi ekspansi jasa transportasi laut perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara aspek hukum dan strategi pemasaran merupakan elemen kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di sektor transportasi laut. This study aims to analyze the role of trademark legal protection in shaping brand image  and customer trust as supporting factors for the expansion of maritime transportation services at PT Yicheng Logistik Transportasi Jakarta. Increasing competition in the maritime transportation industry requires companies not only to enhance service quality but also to ensure adequate legal protection of trademarks in order to safeguard reputation and customer trust. This research adopts a mixed-methods approach, combining quantitative data collected through customer questionnaires and qualitative data obtained from in-depth interviews with company management and relevant stakeholders. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings indicate that effective and consistent trademark legal protection plays a significant role in strengthening brand image  and enhancing customer trust, which in turn positively supports the company’s maritime service expansion strategy. This study highlights that the integration of legal protection and marketing strategies is essential for improving competitiveness and achieving sustainable growth in the maritime transportation sector.
Kajian Yuridis terhadap Green Shipping Practices Berdasarkan Instrumen Hukum Maritim Internasional Akhmad Ndori; Aditya Mutiara Dewi; M Aji Luhur Pambudi
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.171

Abstract

Transisi menuju pelayaran berkelanjutan menuntut penerapan green shipping practices sebagai respons atas meningkatnya emisi dan degradasi lingkungan laut. Instrumen hukum maritim internasional—termasuk MARPOL, UNCLOS, ISM Code, serta regulasi IMO—telah membentuk kerangka normatif yang mengatur pengendalian pencemaran, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Meski demikian, efektivitas penerapannya di banyak negara masih terhambat oleh ketidaksinkronan regulasi nasional, kapasitas penegakan hukum yang terbatas, serta rendahnya kesiapan infrastruktur dan industri untuk beradaptasi. Kajian ini menganalisis kesesuaian serta kecukupan instrumen hukum internasional dalam mendukung green shipping, sekaligus mengidentifikasi tantangan implementasi di tingkat nasional. Dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif melalui analisis dokumen hukum dan literatur, penelitian ini menemukan bahwa kerangka internasional telah cukup komprehensif, tetapi keberhasilan implementasi bergantung pada harmonisasi regulasi domestik, transformasi digital, dan komitmen industri pelayaran terhadap kepatuhan lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi hukum–teknologi dan peningkatan kapasitas negara untuk memastikan pelayaran berkelanjutan dapat diwujudkan secara konsisten.   The transition toward sustainable shipping requires the adoption of green shipping practices in response to increasing emissions and marine environmental degradation. International maritime law instruments—such as MARPOL, UNCLOS, the ISM Code, and various IMO regulations—establish the normative framework governing pollution control, energy efficiency, and environmentally friendly technologies. However, their effectiveness remains constrained by gaps in national regulatory harmonization, limited enforcement capacity, and the maritime industry's uneven readiness to adapt. Using a normative juridical approach through legal document and literature analysis, this study evaluates the adequacy of international regulations in supporting green shipping and identifies key implementation challenges at the national level. The findings indicate that although the international framework is comprehensive, successful implementation depends on national regulatory alignment, digital transformation, and strong industry commitment. This study underscores the need for integrated law–technology governance and strengthened institutional capacity to realize sustainable maritime operations.
Manajemen Risiko Keselamatan Pandu Laut dalam Operasional Tangga Pandu di Pelabuhan Indonesia TP Manungku; Awel Suryadi; Romanda Annas Amrullah; Akhmad Ndori; Arika Palapa
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.209

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) untuk mengembangkan dan memvalidasi sistem manajemen risiko serta keselamatan kerja bagi pandu laut yang menggunakan pilot ladder di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Mengacu pada model pengembangan Borg & Gall (2023), data diperoleh melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap 24 pandu laut di tiga pelabuhan utama, 94 observasi operasional kapal, analisis dokumen 47 insiden kecelakaan, serta metode Delphi yang divalidasi oleh 12 ahli melalui tiga putaran konsensus. Hasil penilaian risiko mengidentifikasi delapan tema risiko, di mana risiko jatuh dari tangga pandu ditetapkan sebagai risiko KRITIS (Probability = 4, Consequence = 5, Risk Priority Number/RPN = 20). Fase validasi Delphi mencapai konsensus sebesar 91,1% (Kendall’s W = 0,74; p < 0,001). Uji coba lapangan terhadap 46 pandu laut menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan keselamatan (dari 62,3 menjadi 81,5; p < 0,001) serta tingkat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) (dari 59,1 menjadi 84,4; p < 0,001). Produk akhir berupa sistem manajemen risiko pertama yang divalidasi khusus bagi pandu laut di Indonesia, yang mencakup SOP Keselamatan Tangga Pandu dalam tujuh bab serta tiga modul pelatihan berbasis risiko.   This study employs a Research and Development (R&D) design to develop and validate a risk management and safety system for marine pilots utilizing pilot ladders in Indonesian ports. Based on the development model by Borg & Gall (2023), data were gathered through Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) involving 24 marine pilots across three major ports, 94 ship operation observations, an analysis of 47 incident documents, and the Delphi method validated by 12 experts over three rounds. The risk assessment identified eight risk themes, with falling from the pilot ladder categorized as a CRITICAL risk (Probability = 4, Consequence = 5, Risk Priority Number/RPN = 20). The Delphi validation phase achieved a 91.1% consensus (Kendall’s W = 0.74; p < 0.001). Field trials involving 46 marine pilots demonstrated significant improvements in safety knowledge scores (from 62.3 to 81.5; p < 0.001) and compliance with Standard Operating Procedures (SOP) (from 59.1 to 84.4; p < 0.001). The resulting product is the first risk management system specifically designed and validated for marine pilots in Indonesia, consisting of a seven-chapter SOP on Pilot Ladder Safety and three risk-based training modules.
A Aliansi Strategis dan Transformasi Digital terhadap Kepuasan Pelanggan Industri Logistik Maritim Agung Kwartama; Akhmad Ndori
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.222

Abstract

Industri jasa angkutan laut menghadapi tekanan besar akibat disrupsi teknologi dan persaingan global yang menuntut layanan logistik yang cepat, transparan, dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh transformasi digital, kualitas layanan, strategi harga, aliansi strategis, efektivitas CRM, visibilitas kargo real-time, layanan nilai tambah, dan kepercayaan merek terhadap kinerja penjualan perusahaan. Selain itu, kajian ini juga menganalisis secara mendalam peran kepuasan dan retensi pelanggan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang dikombinasikan dengan Necessary Condition Analysis (NCA). Sampel penelitian terdiri dari para manajer operasional dan pengambil keputusan strategis pada perusahaan jasa angkutan laut di Indonesia yang telah mengimplementasikan sistem digital dalam aktivitas operasionalnya. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa kapabilitas digital dan strategi layanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kepuasan serta retensi pelanggan, yang pada akhirnya mendongkrak kinerja penjualan secara kuat. Analisis interaksi juga membuktikan bahwa kepuasan pelanggan secara signifikan memperkuat dampak positif dari sistem real-time terhadap pertumbuhan penjualan. Di samping itu, tingginya tingkat retensi pelanggan terbukti mampu mengoptimalkan peran kepercayaan merek (brand trust) terhadap efektivitas penjualan. Peningkatan kinerja penjualan di sektor logistik maritim tidak semata-mata bergantung pada pemutakhiran infrastruktur operasional dan digital. Keunggulan kompetitif dan performa bisnis yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemampuan adaptif perusahaan dalam mengelola kepuasan dan mempertahankan loyalitas pelanggan jangka panjang.   The maritime transportation service industry faces immense pressure from technological disruption and global competition, demanding faster, highly transparent, and reliable logistics services. This study aims to evaluate the impact of digital transformation, service quality, pricing strategy, strategic alliances, CRM effectiveness, real-time cargo visibility, value-added services, and brand trust on corporate sales performance. Furthermore, it extensively examines the mediating roles of customer satisfaction and customer retention. A quantitative approach was employed, utilizing Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) coupled with Necessary Condition Analysis (NCA). The research sample comprised operational managers and strategic decision-makers from Indonesian maritime transportation companies that have integrated digital systems into their operations. The findings confirm that digital capabilities and service strategies significantly enhance both customer satisfaction and retention, which subsequently drive strong sales performance. Interaction analysis further demonstrates that customer satisfaction robustly amplifies the positive impact of real-time systems on sales growth. Similarly, high customer retention rates optimally reinforce the influence of brand trust on overall sales effectiveness. Improving sales performance in the maritime logistics sector depends on more than just upgrading operational and digital infrastructures. Sustainable business performance and competitive advantage are fundamentally achieved through a company's adaptive capability to foster satisfaction and maintain long-term customer loyalty.