Tingginya ketergantungan petani cabai di Desa Krajan terhadap pestisida sintetis memicu penurunan kualitas tanah dan gangguan ekologis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengalihkan ketergantungan kimia menuju penerapan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mandiri, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan dilakukan menggunakan metode partisipatif yang meliputi observasi lapangan, sosialisasi, demonstrasi plot (demplot), praktik pembuatan dan pemasangan perangkap dari botol plastik bekas, serta monitoring dan evaluasi (pre-test dan post-test). Sasaran kegiatan melibatkan 15 peserta, terdiri dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dan PPL Bapeltan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 40%, di mana rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 50% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Hasil monitoring lapangan membuktikan bahwa ketiga jenis atraktan mampu memikat lalat buah (Bactrocera spp.), dengan perangkap beratraktan methyl eugenol mencatat hasil tangkapan tertinggi sebanyak 107 ekor, diikuti ekstrak kemangi (6 ekor) dan ekstrak serai (4 ekor). Penerapan perangkap sederhana ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis petani, menekan biaya operasional produksi, serta menjadi solusi alternatif pengendalian hama yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026