Kepadatan penduduk Desa Botoputih berdampak pada keterbatasan lahan pekarangan dan akumulasi limbah galon bekas yang belum dimanfaatkan. Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelatihan akuaponik berbasis galon bekas guna mendukung kemandirian pangan, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, praktikum perakitan instalasi, dan pendampingan. Mitra kegiatan terdiri atas 20 warga (kader Posyandu, ibu rumah tangga, dan Karang Taruna) di Dusun Ngawen dan Dusun Tlodas, dengan 12 responden dievaluasi melalui kuesioner post-test skala campuran dan diskusi terbuka. Hasil kegiatan menunjukkan penguasaan hardskill perakitan akuaponik serta softskill pengolahan limbah plastik 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Evaluasi kuantitatif pascakegiatan mencatat nilai rata-rata (mean) persepsi kemanfaatan sebesar 4,67 dari skala 5,00, di mana 66,7% peserta menilai sangat bermanfaat dan 33,3% menilai bermanfaat. Program ini memberikan nilai ekonomis berupa efisiensi biaya sarana budidaya serta potensi penyediaan bahan pangan mandiri di pekarangan sempit.
Copyrights © 2026