UMKM Dapoer Mimi menghadapi kendala dalam menentukan prioritas pengembangan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan konsumen, terutama pada aspek fasilitas, kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas pendukung yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menentukan prioritas pengembangan produk dan layanan pada UMKM Dapoer Mimi menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner terbuka kepada 31 responden dan kuesioner tertutup kepada 43 responden. Data kuesioner digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, menguji validitas dan reliabilitas instrumen, serta menyusun matriks House of Quality (HoQ). Hasil kuesioner menunjukkan bahwa konsumen menilai rasa, harga, pelayanan, kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas sebagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Dapoer Mimi. Hasil analisis HoQ menunjukkan bahwa fasilitas memiliki bobot kebutuhan tertinggi sebesar 55,40%, diikuti kenyamanan sebesar 22,90%, rasa sebesar 12,50%, dan harga sebesar 9,20%. Karakteristik teknis dengan prioritas tertinggi adalah standar dan jadwal kebersihan dengan importance weight sebesar 567,3 dan relative weight sebesar 21,2%. Selanjutnya, perbaikan toilet serta penyediaan Wi-Fi dan titik colokan memiliki relative weight masing-masing sebesar 18,6%. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi pengembangan difokuskan pada peningkatan kebersihan, perbaikan fasilitas toilet, penyediaan Wi-Fi dan titik colokan, serta peningkatan kapasitas dan kenyamanan area makan dengan tetap mempertahankan kualitas rasa, harga, dan pelayanan.
Copyrights © 2026