ABSTRAK: Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam merupakan sentra hortikultura dataran tinggi dengan kemiringan lereng yang tinggi dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, sehingga rentan terhadap erosi dan degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi praktik konservasi tanah dan air, mendeskripsikan pemahaman dan persepsi petani, serta menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi petani hortikultura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 30 responden petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Guttman, observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Koefisien Reproduksibilitas dan Skalabilitas serta statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan penerapan konservasi metode mekanik tertinggi (85%, kategori Baik), diikuti metode kimia (79%, kategori Cukup), dan metode vegetatif (45%, kategori Sangat Cukup). Pemahaman dan persepsi petani pada aspek budaya tergolong Baik (78%), aspek sosial Cukup (53%), dan aspek pengetahuan Sangat Cukup (45%). Penerapan konservasi tanah dan air memberikan dampak ekonomi Baik (70%) terhadap kesejahteraan petani. Disimpulkan bahwa keberlanjutan konservasi tanah dan air perlu didukung penguatan pengetahuan teknis, perluasan penerapan metode vegetatif, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.Kata Kunci: konservasi tanah, air, hortikultura, kesejahteraan petani, skala Guttman
Copyrights © 2026