Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap penelitian tentang hubungan antara kecemasan matematika, motivasi belajar, dan prestasi akademik melalui pendekatan bibliometrik dan tinjauan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dan tinjauan sistematis. Sebanyak 686 artikel yang terindeks dalam basis data Scopus untuk periode 1970 hingga 2025 dianalisis menggunakan protokol PRISMA untuk seleksi literatur, serta perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometric untuk analisis co-occurrence, overlay visualization, density visualization, dan pemetaan kolaborasi internasional. Temuan utama menunjukkan bahwa volume publikasi dalam bidang ini meningkat secara eksponensial dengan puncak tertinggi pada tahun 2025, didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai pusat produktivitas dan kolaborasi global. Analisis tematik mengungkap tiga orientasi utama, yakni kecemasan prestasi, motivasi, self-efficacy pemecahan masalah, serta pendidikan matematika dalam konteks spesifik, yang secara kolektif menegaskan bahwa motivasi belajar, khususnya self-efficacy dan self-regulated learning, berfungsi sebagai mediator kunci antara kecemasan matematika dan prestasi. Temuan kontraintuitif menunjukkan bahwa kecemasan tidak selalu berujung pada penghindaran, tetapi dapat memicu upaya kompensasi jika motivasi siswa cukup tinggi. Penguatan perceived competence dan otonomi belajar merupakan strategi yang lebih efektif dalam menurunkan kecemasan matematika dibandingkan sekadar meyakinkan siswa tentang kegunaan matematika. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong guru dan perancang kurikulum untuk mengintegrasikan keterampilan self-regulated learning serta memanfaatkan teknologi adaptif secara bijak dalam pembelajaran matematika.
Copyrights © 2025