Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak latensi jaringan (QoS) terhadap performa objektif dan kepuasan subjektif (QoE) pemain game kompetitif First-Person Shooter (FPS) menggunakan platform eksperimental mandiri berbasis web, yaitu Qoe-Sim. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran melalui desain eksperimental terkontrol dengan prosedur Blind Experiment. Simulator Qoe-Sim menyuntikkan latensi buatan yang bervariasi mulai dari 50 ms hingga 1000 ms, serta skenario dynamic lag. Kinerja objektif diukur menggunakan parameter akurasi tembakan dan waktu reaksi rata-rata, sedangkan pengalaman subjektif pengguna diukur menggunakan skala penilaian Mean Opinion Score (MOS). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat antara peningkatan latensi dengan penurunan skor kepuasan MOS (r=-0.9610). Peningkatan latensi secara drastis juga menurunkan akurasi tembakan pemain dari 92,8% menjadi 50,9% dan memperlambat waktu reaksi rata-rata dari 1187 ms membengkak ke 1881 ms. Zona kompetitif ideal atau ambang batas toleransi berada pada rentang latensi 0-150 ms, sedangkan titik gagal total (breakdown point) kendali sensorimotor pemain terjadi ketika latensi menyentuh 1000 ms. Selain itu, analisis komparatif dengan dataset sekunder menunjukkan tingkat keselarasan tren monotonik yang sangat kuat (Spearman ρ=0.8117), yang membuktikan bahwa simulator QoeSim valid dan andal digunakan sebagai instrumen pengujian QoE.
Copyrights © 2026