Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut pengembangan sumber daya manusia yang kreatif daninovatif. Namun, proses pembelajaran Akuntansi Dasar di SMKN 1 Rajadesa masih didominasi oleh pembelajarankonvensional, yang berkontribusi pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaanketerampilan berpikir kreatif siswa antara mereka yang diajarkan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBL) dan mereka yang diajarkan melalui metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasieksperimental dengan Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan dua kelas yang diberi pretest dan posttest.Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kreatif siswa dalam kelompok PBL, yangdikategorikan sebagai N-Gain tinggi, sedangkan kelompok konvensional hanya mencapai kategori sedang. Lebih lanjut,ada perbedaan yang signifikan dalam hasil posttest antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa PBL mengunggulipendekatan konvensional. Hasil ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikirkreatif siswa dan berfungsi sebagai strategi alternatif yang layak untuk mengoptimalkan potensi siswa dalam pendidikanakuntansi.
Copyrights © 2026