Industri batik menghasilkan limbah cair dengan kandungan pencemar tinggi, terutama Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan, yang berpotensi menurunkan kualitas badan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi koagulasi hidrolis dan flokulasi mekanis menggunakan koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dalam menurunkan TSS dan kekeruhan limbah cair batik. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi debit (6 L/menit dan 8 L/menit) serta jumlah baffle (42, 46, dan 50 buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit 6 L/menit memberikan efisiensi penyisihan TSS lebih tinggi (85,51%–89,86%) dibandingkan debit 8 L/menit (75,36%–82,61%), karena waktu tinggal lebih lama memungkinkan pembentukan flok yang lebih stabil. Peningkatan jumlah baffle juga meningkatkan efisiensi penyisihan TSS, dengan kondisi optimum pada 50 baffle (89,86%). Sebaliknya, variasi debit maupun jumlah baffle tidak berpengaruh signifikan terhadap penyisihan kekeruhan, karena PAC mampu mendestabilisasi partikel koloid secara efektif sejak tahap awal koagulasi. Efisiensi penyisihan kekeruhan tetap sangat tinggi pada semua variasi, yaitu 99,16%–99,31%. Dengan demikian, kombinasi koagulasi hidrolis dan flokulasi mekanis menggunakan PAC terbukti efektif dalam menurunkan TSS dan kekeruhan limbah cair batik hingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan.Kata kunci: batik, flokulasi mekanis, kekeruhan, koagulasi hidrolis, PAC, TSS
Copyrights © 2026