Krisis iklim global telah menjadi tantangan moral dan spiritual bagi iman Kristen kontemporer. Teologi yang dahulu berpusat pada manusia antropo-sentriskini bergeser menuju paradigma teosentris dan kosmosentris, yang menempatkan Allah sebagai pusat seluruh ciptaan. Penelitian ini bertujuan menafsirkan kembali relasi antara iman Kristen dan keutuhan ciptaan dalam terang ekoteologi, dengan menegaskan bahwa penyelamatan Allah mencakup seluruh kosmos, bukan hanya manusia. Menggunakan pendekatan teologi murni dengan metode studi pustaka dan refleksi hermeneutik, kajian ini menggali kontribusi teologis dari berbagai pemikir kontemporer seperti Moltmann, Sollereder, dan Lee, serta mengkontekstualisasikannya dalam realitas Gereja Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi Kristen menawarkan kerangka iman yang menyatukan dimensi spiritual, etis, dan ekologis melalui panggilan pertobatan ekologis (ecological conversion) dan praksis pastoral berwawasan ciptaan. Dengan demikian, ekoteologi tidak hanya menjadi refleksi iman terhadap krisis iklim, tetapi juga dasar teologis bagi keterlibatan gereja dalam menjaga keutuhan ciptaan sebagai Dalam konteks iniagian dari misi keselamatan Allah
Copyrights © 2026