Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di dunia. Penggunaan kontrasepsi hormonal diketahui sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara akibat perubahan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Upaya deteksi dini melalui Periksa Payudara Sendiri (SADARI) menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menemukan kelainan payudara sejak dini. Pengetahuan dan pendidikan diduga memengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan SADARI. Menganalisis hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) pada akseptor KB hormonal di Lingkungan Baratan Timur RT 1, 3, dan 4 Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 25 akseptor KB hormonal dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, berpendidikan dasar, dan memiliki perilaku SADARI dalam kategori cukup. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI (p = 0,395) maupun antara pendidikan dengan perilaku SADARI (p = 0,566). Pengetahuan dan pendidikan tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku SADARI pada akseptor KB hormonal. Meskipun demikian, edukasi kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara tetap perlu ditingkatkan melalui penyuluhan yang berkesinambungan oleh tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026