Kecemasan ketika berbicara di depan publik dapat mengganggu konsentrasi, kemampuan menyampaikan gagasan, dan keyakinan mahasiswa terhadap kapasitas dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecemasan dengan tingkat kepercayaan diri saat berbicara di depan publik pada mahasiswa keperawatan Universitas Widya Nusantara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 206 mahasiswa tingkat dua dan sampel sebanyak 136 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin serta dialokasikan menurut kelas. Kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale, sedangkan kepercayaan diri diukur dengan kuesioner 20 butir. Analisis meliputi distribusi frekuensi dan uji Pearson Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Sebagian besar responden berusia 18-19 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Kecemasan berat ditemukan pada 61 responden (44,9%), sedangkan kepercayaan diri sedang pada 70 responden (51,5%). Uji Chi-Square menghasilkan p = 0,029, menunjukkan hubungan bermakna antara kecemasan dan kepercayaan diri. Kecemasan berhubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan diri mahasiswa saat berbicara di depan publik, sehingga penguatan kesiapan psikologis dan keterampilan komunikasi perlu didorong dalam pembelajaran keperawatan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan yang membantu mahasiswa mengelola kecemasan sebelum presentasi, diskusi, dan kegiatan komunikasi klinis.
Copyrights © 2026