Al-Qur’an tidak hanya hadir dalam kehidupan umat Islam sebagai teks yang dibaca, dipahami, dan ditafsirkan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai praktik keagamaan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Salah satu bentuknya adalah tradisi pembacaan Dalā’il Al-Khairāt yang berkembang di lingkungan pesantren. Di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa Lampung, tradisi ini dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat melalui rangkaian pembacaan Salawat, doa, ḥizb, tawasul, dan amalan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman santri dalam mengikuti tradisi pembacaan Dalā’il Al-Khairāt, mengungkap makna yang diberikan santri terhadap tradisi tersebut, serta menganalisis fungsi tradisi dalam kehidupan keagamaan dan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), pendekatan fenomenologi Edmund Husserl, dan perspektif Living Qur’an. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan santri, kepala pondok, dan ustaz, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan epoche, reduksi fenomenologis, dan reduksi eidetik untuk menemukan makna dan esensi pengalaman santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Dalā’il Al-Khairāt dimaknai sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., sarana memperoleh ketenangan dan keberkahan, serta media pembentukan kehidupan religius. Tradisi ini juga berfungsi dalam aspek keagamaan, pendidikan, dan sosial, terutama dalam membentuk kebiasaan ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan solidaritas santri. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi pembacaan Dalā’il Al-Khairāt merupakan bentuk penghayatan nilai-nilai Al-Qur’an melalui praktik keagamaan, pengalaman spiritual, dan pembentukan karakter santri. Kontribusi penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut menjadi media internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam membentuk karakter religius santri.
Copyrights © 2026