Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa sebagian anak usia 5–6 tahun mampu menyebut urutan bilangan, tetapi masih mengalami kesulitan menghubungkan lambang angka dengan kuantitas, membandingkan jumlah, serta memahami operasi hitung sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan berpikir simbolik anak melalui permainan congklak dalam pembelajaran numerasi awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan 15 anak usia 5–6 tahun, satu guru kelas, dan satu guru pendamping. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa congklak berperan sebagai jembatan dari pengalaman konkret menuju pemahaman simbol angka melalui proses symbolic mapping. Perkembangan anak terlihat pada kemampuan mengenali lambang bilangan 1–15, menghubungkan simbol dengan kuantitas, membandingkan jumlah, serta melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana melalui manipulasi biji congklak. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya menjadi media berhitung, tetapi juga konteks pembelajaran yang mendukung perkembangan berpikir simbolik dan numerasi awal anak usia dini secara bermakna.
Copyrights © 2026