Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Leadership terhadap Learning Agility pada mahasiswa tingkat akhir di STKIP Budidaya Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi yang menjadi sasaran penelitian berjumlah 265 mahasiswa tingkat akhir, dengan jumlah sampel sebanyak 159 mahasiswa yang diperoleh melalui teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala psikologi, yaitu skala Self-Leadership dan skala Learning Agility yang disususn berdasarkan model skala Likert. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui sejauh mana variabel Self-Leadership berperan dalam memengaruhi Learning Agility sebagai variabel yang diteliti. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifkansi sebesar p = 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan di terima. Nilai koefisien determinasi (R ²) diperoleh sebesar 0,086 atau setara dengan 8,6 %, yang menandakan bahwa Self-Leadership memberikan kontribusi sebesar 8,6% terhadap Learning Agility. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara Self-Leadership dengan Learning Agility pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa yang memiliki kemampuan mengelola diri pada tingkat yang lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan belajar adaptif yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika kemampuan Self-Leadership berada pada tingkat yang rendah, maka tingkat Learning Agility juga cenderung ikut rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan dalam menyusun program pengembangan mahasiswa khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan adaptasi, serta optimalisasi proses pembelajaran.
Copyrights © 2026