Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi siswa yang kehilangan orang tua menuju Post-Traumatic Growth di SMK Putra Anda Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK Putra Anda Binjai dengan subjek penelitian terdiri dari 2 guru BK dan 5 siswa yang telah kehilangan salah satu orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi siswa yang mengalami kehilangan orang tua, yaitu sebagai pendamping emosional, fasilitator coping, fasilitator pemaknaan pengalaman, motivator, dan penguat resiliensi siswa. Bentuk layanan yang diberikan meliputi konseling individu, pemberian dukungan emosional, penguatan motivasi belajar, serta kerja sama dengan pihak sekolah dan keluarga. Pendampingan tersebut membantu siswa lebih mampu mengekspresikan emosi, menerima kondisi kehilangan, kembali termotivasi dalam belajar, memperbaiki hubungan sosial, meningkatkan kemandirian, menemukan tujuan hidup yang lebih jelas, serta meningkatkan kedekatan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan BK berkontribusi dalam mendorong munculnya aspek-aspek Post-Traumatic Growth pada siswa setelah mengalami kehilangan orang tua.
Copyrights © 2026