Penelitian ini menganalisis banjir bandang 10 September 2025 di DAS Badung sebagai hasil interaksi antara dinamika atmosfer ekstrem, perubahan penggunaan lahan, dan respon hidrologis DAS. Pendekatan yang digunakan adalah analisis spasial-hidrometeorologis terpadu dengan memanfaatkan data curah hujan BMKG, peta penggunaan lahan 1990-2025, serta karakteristik biofisik DAS. Hasil menunjukkan bahwa hujan ekstrem dipicu oleh gelombang Equatorial Rossby yang menghasilkan intensitas hingga 70 mm/jam dan akumulasi maksimum 390 mm/hari. Perubahan penggunaan lahan yang signifikan, terutama konversi sawah menjadi permukiman, meningkatkan koefisien limpasan dari 0,412 menjadi 0,466 (+13,1%). Waktu konsentrasi aliran yang relatif singkat (±2-3 jam) mempercepat pembentukan debit puncak hingga ±2.296 m³/s dan volume limpasan mencapai ±24,3 juta m³. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan kapasitas infrastruktur pengendali banjir, sehingga memicu genangan luas di wilayah tengah-hilir. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pembangunan retarding basin di zona tengah DAS, optimalisasi bendungan eksisting, serta revitalisasi sistem subak sebagai retensi alami. Pendekatan ini diharapkan mampu menurunkan debit puncak dan meningkatkan ketahanan hidrometeorologis kawasan perkotaan Denpasar-Badung.Submitted: 2025-10-20 Revisions: 2026-04-14 Accepted: 2026-07-20 Published: 2026-09-15
Copyrights © 2026