Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keterlibatan orang tua yang berlebihan dalam proses belajar siswa di SDN Karangtengah, yang berdampak pada penurunan motivasi belajar anak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk overparenting serta mengidentifikasi dampaknya terhadap motivasi intrinsik siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilaksanakan di SDN Karangtengah pada semester berjalan tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas dua siswa kelas V (S1 dan S2), dua orang tua (I1 dan I2), serta satu guru kelas V (G1). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan), dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bentuk overparenting berupa pengawasan ketat, kontrol dominan, dan intervensi tugas harian. Dampak pola asuh ini mendegradasi motivasi intrinsik dan kemandirian belajar; subjek S1 mengalami hambatan psikologis langsung berupa rasa rendah diri (inferiority), kecemasan, dan takut berpartisipasi, sedangkan subjek S2 mengalami ketidakstabilan emosional akibat kontrol koersif yang diperparah keterbatasan ekonomi. Kesimpulannya, overparenting menghambat otonomi anak, sehingga membutuhkan pola asuh yang lebih seimbang demi memulihkan motivasi belajar internal siswa.
Copyrights © 2026