Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Chandra, Deni; Wakih, Agus Ahmad; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Chandra, Deni; Wakih, Agus Ahmad; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Respon Emosional Bahagia dan Sedih pada Anak Sekolah Dasar Pasca Membaca Cerita Pendek Chandra, Deni; Z, Rizki Hadiwijaya; Wakih, Agus Ahmad; N, Riga Zahara; Indira, Dea; Yulia, Alma; Rofi, M Abdul
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v7i1.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami respon emosional siswa sekolah dasar setelah membaca cerita pendek dengan menggunakan pendekatan psiko-sastra. Pendekatan ini menggabungkan analisis psikologi dan sastra untuk mengeksplorasi bagaimana karya sastra mempengaruhi emosi pembacanya. Penelitian dilakukan di SDN Rahayu, Kecamatan Karangnunggal, dengan melibatkan 15 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi respon emosi anak, seperti kebahagiaan dan kesedihan. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari pengalaman emosional mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan cerita pendek dapat memicu berbagai emosi dan memainkan peran penting dalam perkembangan emosi anak. Setelah pembacaan cerita pendek, beberapa peserta didik memberikan respon emosional berupa rasa senang dan sedih. Ada 8 peserta didik di Kelas V yang memberikan respon emosi sedih seperti mata berkaca-kaca dengan ungkapan tambahan «terharu», sedangkan 7 orang menunjukkan respon emosional senang dengan mengucapkan kata «yes», «asyik» serta senyuman..Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya penggunaan cerita pendek dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar sebagai alat untuk mendukung perkembangan emosi anak.
Peningkatan Minat Belajar Seni Tari Melalui Metode Demonstrasi 5 Gerakan Dasar Tari Tani Di Kelas III SDN Unara Fariha, Dela Austina; Wakih, Agus Ahmad; Mahendra, Hatma Heris
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan metode demonstrasi menggunakan 5 gerakan dasar tari tani. Dengan 16 siswa sebagai subjek penelitian, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Model PTK yang digunakan adalah proses seperti yang dijelaskan oleh Kemmis dan McTaggart. Model ini terdiri dari 4 langkah yang diselesaikan dalam dua siklus: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data adalah observasi dan dokumentasi. penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik demonstratif untuk mengajar tari dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Berdasarkan kegiatan pratindakan yang dilakukan sebelum menggunakan pendekatan demonstrasi, diperoleh skor rata-rata 47,81, dengan 12,50% peserta masuk dalam kategori kurang berminat. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya rata-rata 60,78 dengan presentase minat 31,25% pada kelompok kurang berminat setelah menerapkan teknik demonstrasi pada siklus I. Dengan batas skor 75, pada siklus II diperoleh rata-rata 78,87 dengan presentase 81,25% pada kategori berminat. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode demonstrasi dapat meningkatkan minat belajar seni tari pada siswa.
Analisis Penggunaan Metode Hand Sign dalam Pembelajaran Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Nadiana, Neng; Zahrah, Riza Fatimah; Wakih, Agus Ahmad
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45162

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan observasi awal pada saat melaksanakan PLP II di SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya, terlihat fenomena bahwa peserta didik tidak tertarik terhadap pembelajaran angklung karena dianggap membosankan terhadap pembelajaran angklung. Maka tujuan penelitian mendeskripsikan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan hambatan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung ke SDN 2 Tuguraja untuk mengetahui penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung, wawancara kepada wali kelas, pelatih, serta peserta didik dan dokumentasi sebagai bukti telah melakukan penelitian serta populasi sampel atau responden kepada 6 peserta didik kelas V yang selalu mengikuti latihan pembelajaran angklung di SDN 2 Tuguraja. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan menggunakan metode hand sign dalam proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu dapat memudahkan peserta didik dalam proses latihan pembelajaran angklung, menarik perhatian para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran alat musik angklung karena metode hand sign dianggap unik, hal positif yang didapatkan peserta didik dalam mengikuti setiap proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu menanamkan perilaku disiplin, tanggung jawab, kreativitas serta kerjasama. Kesimpulan dari penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung dapat memudahkan serta dapat menarik perhatian para peserta didik dalam pembelajaran angklung, hambatan dalam penerapan metode hand sign yaitu peserta didik selalu bercanda, sehingga suasana menjadi ricuh dan tidak efektif, solusi hambatan penerapan metode hand sign pelatih harus senantiasa mengawasi proses latihan pembelajaran angklung, memberi motivasi dan memberi apresiasi.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA KELAS III DI SDN 3 SUKASARI KOTA TASIKMALAYA Putri, Nova Ramadani; Wakih, Agus Ahmad; Sidik, Geri Syahril
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v5i1.2837

Abstract

Kenakalan siswa sekolah dasar dapat mengganggu proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam menangani kenakalan siswa kelas III di SDN 3 Sukasari Kota Tasikmalaya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi satu guru kelas III dan lima siswa. Hasil menunjukkan bahwa kenakalan seperti berkata kasar, mengejek, mencontek, dan membolos dipengaruhi oleh faktor internal (kontrol diri, motivasi) dan eksternal (pola asuh, lingkungan). Guru menerapkan strategi preventif seperti penanaman nilai karakter, serta pendekatan represif berupa pembinaan pribadi dan komunikasi dengan orang tua. Peran guru terbukti penting dalam membentuk perilaku positif siswa. Studi ini merekomendasikan kolaborasi intensif antara guru dan orang tua sebagai langkah efektif dalam pencegahan kenakalan sejak dini.
Development Of Kalang Sunda Dance Movements For Upper Elementary School Students: Alunia, Aulia Ratu Assifa; Wakih, Agus Ahmad; Mahendra, Hatma Heris
Jurnal Pendidikan Rafflesia Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : CV. Generasi Insan Rafflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpr.v3i2.120

Abstract

This study aims to develop Kalang Sunda dance movements to align with the motor and cognitive abilities of elementary school students while enhancing their interest in traditional dance art. Kalang Sunda dance was chosen due to its philosophical values and educational potential relevant to students' character development. The research method employed was Research and Development (R&D) using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects consisted of three fifth-grade students at SDN 8 Singaparna, Tasikmalaya Regency. The results showed that the modified movements of the Kalang Sunda Jaipongan creative dance were successfully adapted to students' characteristics, including simplified basic movements and adjusted music tempo. The fun learning and scaffolding approaches proved effective in improving students' abilities, with practice focus duration increasing from 15 minutes to over 30 minutes. Additionally, the incorporation of pencak silat elements successfully broke gender stereotypes and attracted male students' interest. Validation by dance practitioners, extracurricular instructors, and classroom teachers confirmed the product's feasibility with an average score of 80% ("highly feasible"). The study concludes that the developed Kalang Sunda creative dance movements can serve as an effective medium for preserving local culture while enhancing students' motor skills and appreciation of traditional dance. Suggestions for future research include expanding the subject scope and integrating technology into dance learning for optimal results.
ANALISIS KARAKTER DISIPLIN DAN PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Hilmi, Ajeng Zakiah; Nugraha, Fajar; Wakih, Agus Ahmad
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 13 No. 1 (2023): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i1.45352

Abstract

The character of students must be formed from an early age, because character has an important role in the formation of a generation that is able to live independently with correct principles and can be accounted for. Discipline and caring for the environment are characters that every elementary school student must have. The purpose of this study was to analyze the character of discipline and care for the environment in grade 5 elementary school students in Tasikmalaya Regency. The research method used is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The samples in this study were 4 male students and 4 female students who were observed through observation. Data processing techniques through 4 stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study state that there are differences in the character of discipline and care for the environment between male and female students who are influenced by character education carried out by schools, as well as several other factors including gender roles, brain differences, gender socialization, gender communication and empathy. However, these factors cannot be generalized broadly, there are other factors that can affect the character of discipline and care for the environment of students.
Analisis Perilaku Peduli Lingkungan Siswa Kelas V di SDN Mugarsari Mutaba'ah, Aini; Nugraha, Fajar; Wakih, Agus Ahmad
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v6i4.3976

Abstract

This study aims to analyze the environmentally caring behavior of fifth-grade students at SDN Mugarsari and to identify the factors influencing such behaviors. Using a qualitative descriptive method, the research involved observations, interviews, and documentation with six students and one class teacher as participants. The results show that students demonstrate good environmental care, particularly in keeping the classroom clean and not littering. However, behaviors such as reducing plastic use and caring for school plants require improvement. Contributing factors include the role of the class teacher, school facilities, and students' environmental awareness. The study highlights the importance of early environmental education in shaping responsible behavior. During implementation, several obstacles remain, such as a lack of consistency between teachers and students, weak supervision, inadequate supporting facilities, and low student role models and awareness of environmental stewardship. To address these challenges, the school has implemented solutions such as teacher role models, regular education, visual reminders, improved sanitation facilities, and collaboration with parents. With consistent and collaborative efforts, the development of environmentally conscious character at SDN Mugarsari can be continuously strengthened and instilled in students.
Ideologi Sosial Dalam Kesenian Tradisional Angklung Sered: Dari Alat Perjuangan Hingga Sebagai Sarana Hiburan Masyarakat Wakih, Agus Ahmad; Masunah, Juju; Narawati, Tati; Rakhmat, Cece
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2586

Abstract

ABSTRACT For 350 years, Indonesia was under the rule of foreign countries before gaining independence in 1945. This colonization had a significant impact on the social, cultural, economic, and political aspects of Indonesian society. The people expressed their resistance through traditional performing arts, such as angklung sered in Balandongan, Tasikmalaya, West Java. This art form served as a tool of struggle against the colonizers. The objective of this research is to discover the values of social ideology embedded in angklung sered within the community of Balandongan. The research methodology employed semiotic analysis, focusing on the text and context of the angklung sered performances. Text analysis emphasizes the musical instrument used in the performance, while contextual analysis examines the artistic function of angklung sered before and after independence. The research data was obtained through interviews and documentary studies. The findings reveal that angklung sered served as a symbol of resistance before independence, while after independence, the emphasis shifted towards the aesthetics of the performance. Angklung sered also became a social ideology for the community, reflected in its meanings and symbols, serving as the foundation of their beliefs in everyday life. Keywords: Social Ideology, Culture, Traditional Art, Angklung Sered, Traditional Performing Arts ABSTRAK Selama 350 tahun, Indonesia dikuasai oleh negara-negara asing sebelum merdeka pada tahun 1945. Penjajahan ini berdampak besar pada sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa Indonesia. Masyarakat menunjukkan perlawanan melalui seni pertunjukan tradisional seperti angklung sered di Balandongan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Seni ini dijadikan sebagai alat perjuangan melawan penjajah. Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai ideologi sosial masyarakat dalam angklung sered di Balandongan. Metode penelitian menggunakan analisis semiotika, fokus pada teks dan konteks pertunjukan angklung sered. Analisis teks berfokus pada alat musik angklung yang digunakan, sedangkan analisis konteks memeriksa fungsi kesenian ini sebelum dan setelah kemerdekaan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan angklung sered sebelum kemerdekaan menjadi simbol perjuangan, sementara setelahnya lebih menekankan estetika pertunjukan. Angklung sered juga menjadi ideologi sosial masyarakat, tercermin dalam makna dan simbolnya yang menjadi dasar keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Ideologi Sosial, Budaya, Kesenian Tradisional, Angklung Sered, Seni Pertunjukan Tradisional