Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MENYUSUN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU SEKOLAH DASAR GUGUS II KECAMATAN SINGAPARNA Riga Zahara Nurani; Winarti Dwi Febriani; Agus Ahmad Wakih
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.546 KB) | DOI: 10.36423/jec.v2i1.350

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang belum mampu menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini memberikan pelatihan kepada guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Singaparna. Berdasarkan observasi lapangan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana, masih banyak guru sekolah dasar yang kebingungan dalam menyusun PTK. Pada kegiatan ini, tim pelaksana memberikan pelatihan kepada guru SD Gugus II Kecamatan Singaparna dalam menyusun PTK yang baik dan benar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan dengan total peserta 20 orang guru yang berasal dari 10 sekolah. Pada kegiatan ini peserta diberikan materi oleh narasumber dalam 2 sesi. Pada sesi pertama, peserta diberi materi tentang teori PTK, langkah-langkah menyusun PTK, dan manfaat dari PTK. Pada sesi kedua, peserta diberi materi tentang cara merumuskan masalah dan rencana solusi dari masalah yang ditemukan. Dengan adanya kegiatan ini, peserta lebih memahami tentang cara penyusunan PTK yang baik dan benar dari mulai merumuskan tujuan, merencanakan solusi, dan langkah-langkah pelaksanaan PTK.
KESULITAN BELAJAR MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Geri Syahril Sidik; Agus Ahmad Wakih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2019): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.35 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v4i1.633

Abstract

One of the goals of teaching mathematics in elementary schools is students are able to understand mathematical concepts, explain the interrelationships of the concepts and apply algorithmic concepts in a flexible, accurate, efficient and precisely in solving their daily problems. The elementary schools nowadays show that there are still found many students who have difficulty in solving problems related to the subject matter, especially on arithmetic operations of integers. This research is a qualitative descriptive study. Students in first grade are given a worksheet to solve individually by writing out the work steps clearly. Six students were chosen as research subjects to be analyzed. The sixth research subject consists of 2 subjects who have high mathematical abilities, 2 medium, and 2 low mathematical abilities. The difficulty of the subject was observed by examining the worksheet's answer and giving clinical interviews related to the results of his work. Based on the results of data analysis, the difficulty of learning mathematics of elementary school students in integer operations is: 1) students have difficulty understanding the purpose of the question so that it incorrectly translated into mathematical sentences; 2) students have difficulty operating numbers that contain negative signs; 3) 95% of students have difficulty understanding the meaning of equal sign (=); 4) students have difficulty carrying out the division operations.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Deni Chandra; Agus Ahmad Wakih; Febri Fajar Pratama
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Deni Chandra; Agus Ahmad Wakih; Febri Fajar Pratama
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Peningkatan Hasil Belajar 4 Gerakan Tari Kupu-Kupu Menggunakan Video Learning Di Kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya Rizqie Dwiyanti Ayuningtias; Agus Ahmad Wakih; Winarti Dwi Febriani
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.478 KB) | DOI: 10.58192/sidu.v2i1.622

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajar 4 gerakan tari kupu-kupu di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan 4 gerakan tari kupu-kupu dengan menggunakan video learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perncanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam setiap siklus. Bahasan penelitian ini menggunakan video learning dalam proses pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu yang dilakukan tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu menggunakan video learning di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut sebelum menggunakan video learning (Pra tindakan) memperoleh nilai rata-rata 63,5 dengan presentase 15% kategori “kurang” Setelah menggunaan video learning pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 68,5 dengan presentase 44% kategori “kurang” Kemudia pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 80,5 dengan presentase 81% kategori “baik”.
Analisis Penggunaan Metode Hand Sign dalam Pembelajaran Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Neng Nadiana; Riza Fatimah Zahrah; Agus Ahmad Wakih
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45162

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan observasi awal pada saat melaksanakan PLP II di SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya, terlihat fenomena bahwa peserta didik tidak tertarik terhadap pembelajaran angklung karena dianggap membosankan terhadap pembelajaran angklung. Maka tujuan penelitian mendeskripsikan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan hambatan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung ke SDN 2 Tuguraja untuk mengetahui penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung, wawancara kepada wali kelas, pelatih, serta peserta didik dan dokumentasi sebagai bukti telah melakukan penelitian serta populasi sampel atau responden kepada 6 peserta didik kelas V yang selalu mengikuti latihan pembelajaran angklung di SDN 2 Tuguraja. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan menggunakan metode hand sign dalam proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu dapat memudahkan peserta didik dalam proses latihan pembelajaran angklung, menarik perhatian para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran alat musik angklung karena metode hand sign dianggap unik, hal positif yang didapatkan peserta didik dalam mengikuti setiap proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu menanamkan perilaku disiplin, tanggung jawab, kreativitas serta kerjasama. Kesimpulan dari penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung dapat memudahkan serta dapat menarik perhatian para peserta didik dalam pembelajaran angklung, hambatan dalam penerapan metode hand sign yaitu peserta didik selalu bercanda, sehingga suasana menjadi ricuh dan tidak efektif, solusi hambatan penerapan metode hand sign pelatih harus senantiasa mengawasi proses latihan pembelajaran angklung, memberi motivasi dan memberi apresiasi.
ANALISIS KARAKTER DISIPLIN DAN PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Ajeng Zakiah Hilmi; Fajar Nugraha; Agus Ahmad Wakih
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 1 (2023): SHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i1.45352

Abstract

The character of students must be formed from an early age, because character has an important role in the formation of a generation that is able to live independently with correct principles and can be accounted for. Discipline and caring for the environment are characters that every elementary school student must have. The purpose of this study was to analyze the character of discipline and care for the environment in grade 5 elementary school students in Tasikmalaya Regency. The research method used is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The samples in this study were 4 male students and 4 female students who were observed through observation. Data processing techniques through 4 stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study state that there are differences in the character of discipline and care for the environment between male and female students who are influenced by character education carried out by schools, as well as several other factors including gender roles, brain differences, gender socialization, gender communication and empathy. However, these factors cannot be generalized broadly, there are other factors that can affect the character of discipline and care for the environment of students.
Ideologi Sosial Dalam Kesenian Tradisional Angklung Sered: Dari Alat Perjuangan Hingga Sebagai Sarana Hiburan Masyarakat Agus Ahmad Wakih; Juju Masunah; Tati Narawati; Cece Rakhmat
PANGGUNG Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2586

Abstract

ABSTRACT For 350 years, Indonesia was under the rule of foreign countries before gaining independence in 1945. This colonization had a significant impact on the social, cultural, economic, and political aspects of Indonesian society. The people expressed their resistance through traditional performing arts, such as angklung sered in Balandongan, Tasikmalaya, West Java. This art form served as a tool of struggle against the colonizers. The objective of this research is to discover the values of social ideology embedded in angklung sered within the community of Balandongan. The research methodology employed semiotic analysis, focusing on the text and context of the angklung sered performances. Text analysis emphasizes the musical instrument used in the performance, while contextual analysis examines the artistic function of angklung sered before and after independence. The research data was obtained through interviews and documentary studies. The findings reveal that angklung sered served as a symbol of resistance before independence, while after independence, the emphasis shifted towards the aesthetics of the performance. Angklung sered also became a social ideology for the community, reflected in its meanings and symbols, serving as the foundation of their beliefs in everyday life. Keywords: Social Ideology, Culture, Traditional Art, Angklung Sered, Traditional Performing Arts ABSTRAK Selama 350 tahun, Indonesia dikuasai oleh negara-negara asing sebelum merdeka pada tahun 1945. Penjajahan ini berdampak besar pada sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa Indonesia. Masyarakat menunjukkan perlawanan melalui seni pertunjukan tradisional seperti angklung sered di Balandongan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Seni ini dijadikan sebagai alat perjuangan melawan penjajah. Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai ideologi sosial masyarakat dalam angklung sered di Balandongan. Metode penelitian menggunakan analisis semiotika, fokus pada teks dan konteks pertunjukan angklung sered. Analisis teks berfokus pada alat musik angklung yang digunakan, sedangkan analisis konteks memeriksa fungsi kesenian ini sebelum dan setelah kemerdekaan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan angklung sered sebelum kemerdekaan menjadi simbol perjuangan, sementara setelahnya lebih menekankan estetika pertunjukan. Angklung sered juga menjadi ideologi sosial masyarakat, tercermin dalam makna dan simbolnya yang menjadi dasar keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Ideologi Sosial, Budaya, Kesenian Tradisional, Angklung Sered, Seni Pertunjukan Tradisional
Hubungan Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran Audio Visual terhadap Minat Belajar Siswa Munaa Mutma’innah Tr; Fajar Nugraha; Agus Ahmad Wakih
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i3.1111

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the relationship between learning motivation and audio-visual learning media on students' learning interest at SDN 1 Siluman. This study uses a quantitative approach and the type of research chosen is correlation research. The population is all grade VI students at SDN 1 Siluman for the academic year 2023/2024 with a total of 54 students. The sample used is saturated sampling, so the entire population is sampled in this study. Data collection techniques through questionnaires. Data analysis techniques through correlation testing. Based on the research results, it can be seen that there is a relationship between learning motivation and students' interest in learning with a correlation coefficient of 0.719, so it can be combined based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and student learning interest with a correlation coefficient of 0.696, so it can be classified based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and learning motivation with a correlation coefficient of 0.932, so it can be categorized based on the interpretation of the correlation coefficient as a very strong relationship. Based on this research, educators can increase student motivation and interest in learning with the use of audio-visual media.
Hubungan Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran Audio Visual terhadap Minat Belajar Siswa Munaa Mutma’innah Tr; Fajar Nugraha; Agus Ahmad Wakih
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i3.1111

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the relationship between learning motivation and audio-visual learning media on students' learning interest at SDN 1 Siluman. This study uses a quantitative approach and the type of research chosen is correlation research. The population is all grade VI students at SDN 1 Siluman for the academic year 2023/2024 with a total of 54 students. The sample used is saturated sampling, so the entire population is sampled in this study. Data collection techniques through questionnaires. Data analysis techniques through correlation testing. Based on the research results, it can be seen that there is a relationship between learning motivation and students' interest in learning with a correlation coefficient of 0.719, so it can be combined based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and student learning interest with a correlation coefficient of 0.696, so it can be classified based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and learning motivation with a correlation coefficient of 0.932, so it can be categorized based on the interpretation of the correlation coefficient as a very strong relationship. Based on this research, educators can increase student motivation and interest in learning with the use of audio-visual media.
Co-Authors Adilal Mahbub, Luthfi Ajeng Zakiah Hilmi Akbar Kasyfurrahman, Muhammad Alunia, Aulia Ratu Assifa Ari Rizki Fauzi Aso Sudiarjo Azzahra, Syafira Bila Fadilah Cepi Rahmat Hidayat Chandra, Deni Changnara Novita Syahri Dacep Perdiansyah Dede Syahrul Anwar Deni Chandra Deni Chandra Dera Tria Linda Devie Andrean Safitri Diana Dewi Nurhayati Dianto, Dika Dika Dianto Evi Dewi Sri Mulyani Fajar Nugraha Fajar Nugraha Fajar Nugraha Farid Gunawan Fariha, Dela Austina Febri Fajar Pratama Febri Fajar Pratama Febriani, Winarti Dwi Febriani, Winarti Dwi Fitri Rahmafitria, Fitri Fuzi Lestari, Triana Geri Syahril Sidik Haris Mahendra , Hatma Hatma Heris Mahendra Herawati, Reta Nurul Hilmi, Ajeng Zakiah Indira, Dea Juju Masunah Kurdiman, Kurdiman Luthfi Adilal Mahbub Muhammad Akbar Kasyfurrahman Munaa Mutma’innah Tr Munaa Mutma’innah Tr Mutaba'ah, Aini N, Riga Zahara Nadiana, Neng Neng Nadiana Nugraha, Fajar nunung nunung Nurhayati, Diana Dewi Pratama, Febri Fajar Pratiwi, Vera Ratna Putri, Nova Ramadani Putri, Tiara Asnawati Putriana, Neng Ima Rafifah, Rifa Rahmawati, Riva Rakhmat, Cece Reni Haerani Resti Ulpah Rahmawati Riga Zahara Nurani Rismayanti Amelia Rivaldi Indra Hapidzin Riza Fatimah Zahrah Rizqie Dwiyanti Ayuningtias Rofi, M Abdul Serli Alfina Febrian Shinta Siti Sundari Silvia Dewi Sinta Ainun Nipa Tati Narawati Teuku Mufizar Tiara Asnawati Putri Trianti Nugraheni Vani, Meidina Tsania Widiani Alifhia Winarti Dwi Febriani Yani Noor Yulia, Alma Z, Rizki Hadiwijaya Zahrah, Riza