Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menyimpulkan isi cerpen akibat metode konvensional dan peralihan media digital. Penelitian bertujuan menguji efektivitas model membaca SQ3R berbantuan Chatbot Telegram terhadap kemampuan menyimpulkan cerpen siswa kelas V. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One Group Pretest-Posttest), penelitian melibatkan 30 siswa kelas V di salah satu SD Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, pada Mei 2026. Teknik pengumpulan data meliputi instrumen tes uraian menyimpulkan cerita dan non-tes berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dan indeks Normalized Gain (N-Gain) berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat signifikan dari 55,46 (pretest) menjadi 73,76 (posttest), dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 34,81% menunjukkan efektivitas pada kategori "Sedang", didukung keterlaksanaan model berkategori sangat baik (88,88%). Kesimpulannya, model SQ3R berbantuan Chatbot Telegram efektif meningkatkan kemampuan menyimpulkan cerpen siswa.
Copyrights © 2026