Permasalahan sampah dan rendahnya kepedulian lingkungan turut dihadapi SD Negeri 01 Karangtengah, mendorong sekolah mengembangkan Program BESTI (Bebas Sampah Tabungan Investasi) tanpa status Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi SDG 12 dalam pembelajaran IPAS, pemanfaatan kegiatan sekolah berbasis lingkungan sebagai sarana implementasinya, serta proses terbentuknya perilaku peduli lingkungan siswa kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain single case study, melibatkan guru kelas IV, guru penggagas Program BESTI, dan lima siswa kelas IV yang dipilih melalui purposive sampling, dilaksanakan dua minggu (18 Mei sampai 1 Juni 2026) di SD Negeri 01 Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, melalui tahap persiapan, pelaksanaan lapangan, analisis, dan penyusunan laporan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan SDG 12 terintegrasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, diperkuat Program BESTI, dengan 80% (4 dari 5) siswa menunjukkan kepedulian spontan memungut sampah tanpa instruksi. Penelitian menyimpulkan sinergi pembelajaran dan pembiasaan sekolah efektif membentuk perilaku peduli lingkungan meski tanpa status Adiwiyata, sehingga direkomendasikan pengembangan program lingkungan berbasis kurikulum dan instrumen pengukuran yang lebih terstandardisasi.
Copyrights © 2026