Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penemuan kasus secara aktif, identifikasi dini terduga TB, dan surveilans berbasis masyarakat yang berkesinambungan. Kader kesehatan dapat mendukung upaya tersebut melalui pengenalan gejala, penyampaian informasi kesehatan yang tepat, fasilitasi rujukan, serta pemantauan tindak lanjut yang terkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini TB dan surveilans epidemiologi berbasis masyarakat. Kegiatan melibatkan 28 kader kesehatan dan dilaksanakan pada Oktober 2026 di wilayah pelayanan kesehatan masyarakat. Metode kegiatan meliputi edukasi, diskusi interaktif, simulasi skrining gejala, pemetaan kontak serumah, dan praktik penggunaan formulir surveilans sederhana. Pengetahuan dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan praktik dinilai melalui lembar observasi. Data menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 60,5 menjadi 86,8. Peserta juga berlatih mengenali gejala terduga TB, mencatat informasi skrining, mengarahkan individu untuk memperoleh pemeriksaan di fasilitas kesehatan, serta menjaga kerahasiaan informasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan simulasi dapat mendukung kesiapan kader dalam berkontribusi terhadap deteksi dini dan surveilans masyarakat. Namun, skrining oleh kader bukan merupakan diagnosis dan harus dihubungkan dengan penilaian tenaga kesehatan serta pemeriksaan diagnostik yang sesuai
Copyrights © 2026