Bibit merbau (Intsia bijuga) memiliki peran strategis dalam keberhasilan programreboisasi dan rehabilitasi lahan kritis di Nusa Tenggara Timur. Namun, fase pembibitandi persemaian sering kali menghadapi kendala serangan organisme pengganggu tanaman(OPT) seperti hama yang dapat menurunkan mutu fisik dan fisiologis bibit. Penelitian inibertujuan mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan (intensitas dan luas serangan)akibat serangan hama pada 954 bibit merbau (Intsia bijuga) berumur 7 bulan diPersemaian Permanen Fatukoa, Kota Kupang. Data diambil secara sensus (total sampling)dengan mengamati gejala kerusakan fisik, jenis hama, serta menghitung tingkat kerusakanmenggunakan rumus Natawigena. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 jeniskerusakan pada bibit merbau, yaitu: bercak daun (194 bibit), daun robek/berlubang (189bibit), daun menguning/klorosis (87 bibit), daun keriting/menggulung (32 bibit), rusakbatang (23 bibit), dan mati pucuk (14 bibit). Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwanilai intensitas serangan hama secara keseluruhan adalah sebesar 22,25%, yangdikategorikan sebagai rusak ringan. Analisis luas serangan (LS) pada setiap jeniskerusakan juga berada dalam kategori ringan, dengan persentase tertinggi pada gejalabercak daun (20,34%) dan daun robek (19,81%), sedangkan luas serangan terendahditemukan pada gejala mati pucuk (1,47%).Kata Kunci: Bibit Merbau, Jenis Kerusakan, Hama, Intensitas Serangan, Luas Serangan, Persemaian Fatukoa.
Copyrights © 2026