UD. Kilang Padi Surya Fajar merupakan industri pengolahan beras yang menghadapi fluktuasi jumlah gabah masuk selama masa panen. Peningkatan volume gabah yang mencapai 40–50 ton per hari menyebabkan perusahaan harus memperpanjang jam kerja hingga pukul 02.00 WIB serta menambah buruh harian hingga 4 orang dengan upah Rp120.000 per hari, sementara karyawan tetap menerima upah Rp150.000 per hari dan tambahan lembur Rp 20.000/jam. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan biaya tenaga kerja, dimana saat gabah masuk 40 ton total biaya mencapai Rp1.860.000 per hari dan ketika 50 ton mencapai Rp 2.340.000 per hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kerja yang diterapkan perusahaan belum dilakukan secara optimal sehingga biaya tenaga kerja meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan setiap metode aggregate planning heuristik serta menentukan metode terbaik dalam upaya meminimasi biaya tenaga kerja pada UD. Kilang Padi Surya Fajar.Data yang digunakan berupa jumlah gabah masuk, kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja, serta biaya tenaga kerja pada periode Januari–Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengendalian tenaga kerja menghasilkan total biaya terendah sebesar Rp57.420.000, Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan metode campuran dengan overtime sebesar Rp59.700.000, metode skenario existing sebesar Rp60.900.000, metode overtime sebesar Rp60.900.000, dan metode subkontrak sebesar Rp120.740.000. Metode pengendalian tenaga kerja menjadi alternatif terbaik dengan penghematan sebesar 5,71% karena mampu memenuhi kebutuhan produksi tanpa biaya lembur maupun subkontrak.
Copyrights © 2026