Kemampuan eksplosif ekstremitas atas penting dalam tinju, tetapi bukti mengenai perbedaan respons terhadap latihan beban yang menekankan otot biceps dan triceps ketika dipadukan dengan core training masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan performa lemparan pada kedua program dan membandingkan besarnya peningkatan antarkelompok. Penelitian menggunakan desain dua kelompok pretest–posttest dengan 24 atlet UKM Tinju Universitas Cenderawasih, masing-masing 12 atlet per kelompok. Kelompok pertama mengikuti latihan beban biceps kombinasi core training, sedangkan kelompok kedua mengikuti latihan beban triceps kombinasi core training. Kemampuan eksplosif ekstremitas atas dioperasionalkan melalui jarak lemparan Two-Hand Medicine Ball Throw dalam sentimeter. Analisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen terhadap skor perubahan. Rata-rata jarak lemparan meningkat sebesar 47,25 cm pada kelompok biceps dan 46,75 cm pada kelompok triceps; peningkatan kedua kelompok signifikan (p < 0,001). Selisih peningkatan antarkelompok 0,50 cm dan tidak signifikan (p = 0,896). Kedua kelompok menunjukkan perbaikan performa lemparan, tetapi belum terdapat bukti bahwa salah satu program lebih unggul. Temuan ini tidak membuktikan kesetaraan efektivitas maupun peningkatan gaya pukulan secara langsung. Ketiadaan kelompok kontrol membatasi penarikan kesimpulan kausal.
Copyrights © 2026