Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara
Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)

Pelayanan Imunisasi Baduta Di Tinjau Dari Aspek Kesehatan Lingkungan Di Wilayah  UPTD Pukesmas Simpang Teritit Kabupaten Bener Meriah

Ayurike Mahtuah (Universitas Abulyatama)
Khairuman Khairuman (Unknown)
Mansura Feby Amanda (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Oct 2026

Abstract

  Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit pada bayi dan anak di bawah dua tahun (baduta). Pelayanan imunisasi yang baik perlu didukung oleh kondisi kesehatan lingkungan yang memenuhi persyaratan, seperti pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara. Kondisi lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam pelaksanaan pelayanan imunisasi. Di wilayah UPTD   Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, kondisi lingkungan ruang pelayanan perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aspek kesehatan lingkungan, khususnya pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan imunisasi baduta dalam kategori baik sebanyak 56 responden (74,7%), pencahayaan ruangan dalam kategori baik sebanyak 45 responden (62,7%), kebersihan ruangan dalam kategori bersih sebanyak 58 responden (77,3%), dan kondisi udara dalam kategori tidak tercemar sebanyak 50 responden (66,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pencahayaan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,286; CI 95% = 1,430–12,846), kebersihan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,028; OR = 3,798; CI 95% = 1,195–12,075), dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,125; CI 95% = 1,382–12,309). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta di wilayah UPTD  Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Puskesmas diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan ruang pelayanan imunisasi melalui pemantauan pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara secara berkala agar pelayanan imunisasi baduta dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JSKN

Publisher

Subject

Description

Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan karya asli di bidang ilmu kesehatan dengan fokus pada isu-isu strategis untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Jurnal ini menerima naskah dari peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan ...