Kabupaten Simeulue merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami sehingga diperlukan perencanaan kesiapsiagaan yang baik pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kesiapsiagaan bencana tsunami di Puskesmas Sanggiran Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Sanggiran telah memiliki kebijakan dan perencanaan sebagai pedoman pelayanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat, namun SOP yang tersedia masih bersifat umum dan belum mengatur kesiapsiagaan maupun penanganan bencana tsunami secara khusus. Kesiapan sumber daya manusia telah diupayakan melalui sosialisasi, pelatihan, simulasi kebencanaan, serta pembagian tugas dalam kondisi darurat, tetapi pelatihan dan simulasi khusus tsunami belum pernah dilaksanakan. Sarana dan prasarana pendukung juga masih belum memadai, terutama perlengkapan medis, obat-obatan, alat evakuasi, dan logistik kesehatan. Disimpulkan bahwa perencanaan kesiapsiagaan bencana tsunami di Puskesmas Sanggiran Kabupaten Simeulue masih perlu ditingkatkan melalui penyusunan SOP khusus tsunami, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi secara berkala.
Copyrights © 2026