Warmadewa Minesterium Medical Journal
Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026

Pelatihan Resusitasi Jantung Paru dan Latihan Fleksibilitas kepada Anggota Perkumpulan Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (PerCa Indonesia) Cabang Bali

Tanjung Subrata (Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University, Denpasar)
Ni Wayan Rusni (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia)
I Putu Gde Surya Adhitya (rogram Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

Abstrak Perkumpulan Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (PerCa Indonesia) merupakan organisasi masyarakat sipil yang beranggotakan keluarga perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing, dengan anggota yang banyak berdomisili di Bali dan Jakarta. Sebagian anggota PerCa Indonesia memiliki kebutuhan terhadap pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) karena pada banyak negara barat pelatihan tersebut telah menjadi bagian penting edukasi keselamatan masyarakat, bahkan di beberapa negara Eropa dikaitkan dengan proses perolehan izin mengemudi. Selain itu, anggota mitra juga memiliki kebutuhan peningkatan kebugaran fisik melalui latihan fleksibilitas yang aman dan mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PerCa Indonesia cabang Bali dalam melakukan RJP dan latihan fleksibilitas. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 9 Desember 2025 di Ranoma Garden, Renon, dengan melibatkan 25 peserta, dilanjutkan evaluasi dan pendampingan pada 15 Desember 2025. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemberian materi melalui presentasi dan dialog interaktif, simulasi dan praktik RJP menggunakan manekin, serta pelatihan latihan fleksibilitas dengan pendampingan instruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 64,5 menjadi 85, atau meningkat 20,5 poin setara 45,9%. Pada evaluasi praktik awal, sebagian besar peserta mampu melakukan CPR dan latihan fleksibilitas dengan baik, meskipun dua peserta belum mampu melakukan CPR secara benar dan memerlukan pengulangan latihan. Setelah pendampingan lanjutan, seluruh peserta mampu melakukan praktik CPR dan fleksibilitas dengan baik dan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis teori, simulasi, dan praktik langsung efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam respons kegawatdaruratan dasar dan kebugaran fisik komunitas. Kata kunci: resusitasi jantung paru, bantuan hidup dasar, fleksibilitas, PerCa Indonesia Abstract Perkumpulan Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (PerCa Indonesia) is a civil society organization consisting of mixed-marriage families between Indonesian citizens and foreign nationals, with many members living in Bali and Jakarta. Some PerCa members need cardiopulmonary resuscitation (CPR) training because, in many Western countries, such training is considered an important part of community safety education and, in several European countries, is linked to the driver licensing process. In addition, the community also needs physical fitness improvement through safe and applicable flexibility training. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of PerCa Indonesia Bali branch members in performing CPR and flexibility exercises. The activity was conducted offline on December 9, 2025, at Ranoma Garden, Renon, involving 25 participants, followed by evaluation and mentoring on December 15, 2025. The implementation methods included pre-test, educational sessions with presentations and interactive discussion, CPR simulation and practice using mannequins, and flexibility exercise training guided by instructors. The results showed an increase in the average knowledge score from 64.5 to 85, representing a gain of 20.5 points or 45.9%. In the initial practical evaluation, most participants were able to perform CPR and flexibility exercises correctly, although two participants required repeated CPR practice. After follow-up mentoring, all participants were able to perform CPR and flexibility exercises properly. This program indicates that theory-based, simulation-based, and hands-on training effectively improves community capacity in basic emergency response and physical fitness promotion. Keywords: cardiopulmonary resuscitation, basic life support, flexibility training, PerCa Indonesia

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

wmmj

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Health Professions Library & Information Science Medicine & Pharmacology

Description

WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a ...