Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap kehidupan peserta didik sekolah dasar, terutama dalam penggunaan media sosial dan akses informasi digital. Namun, rendahnya pemahaman mengenai etika digital dan minimnya keterampilan literasi jurnalistik menyebabkan peserta didik rentan terhadap perilaku cyberbullying serta kurang memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi secara kreatif dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan jurnalistik peserta didik sekolah dasar melalui edukasi cyberbullying dan pelatihan pembuatan majalah dinding. Kegiatan dilaksanakan di SD Naskat Yos Soedarso 1 Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas I sampai kelas VI. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui observasi awal, sosialisasi literasi digital, pelatihan jurnalistik dasar, dan pembuatan mading sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mulai memahami bentuk-bentuk cyberbullying, pentingnya etika komunikasi di dunia digital, serta langkah perlindungan diri saat menggunakan media sosial. Selain itu, pelatihan majalah dinding memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam menulis berita sederhana, menyusun layout, dan menyampaikan informasi secara kreatif. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik melalui praktik langsung. Dengan demikian, integrasi edukasi literasi digital dan jurnalistik melalui kegiatan mading dapat menjadi alternatif pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026