Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta kemampuan penyesuaian sosial dan psikologis Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui penerapan “exit strategy” pasca purna tugas. Program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi purna PMI, seperti keterbatasan lapangan pekerjaan, ketidakstabilan keuangan, serta tekanan sosial dan psikologis ketika kembali ke Indonesia. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini melibatkan 57 PMI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melalui tiga tahapan utama yaitu: survei kolaboratif, pengumpulan data partisipatif, dan penyuluhan tatap muka. Materi penyuluhan mencakup perencanaan keuangan, peluang kewirausahaan, serta strategi adaptasi sosial dan psikologis pasca kepulangan. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta yang merasa lebih percaya diri, memahami pentingnya kemandirian finansial, dan lebih siap menghadapi masa transisi setelah kembali ke tanah air. Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan dukungan di antara PMI. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara aspek ekonomi dan psikososial dalam program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program reintegrasi bagi PMI menjelang masa purna tugas.
Copyrights © 2026