Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Pemanfaatan tanaman obat lokal merupakan salah satu bentuk kearifan masyarakat yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Daun bengkal (Nauclea orientalis L.) merupakan salah satu tanaman lokal yang secara empiris telah dimanfaatkan masyarakat dan berdasarkan penelitian sebelumnya memiliki potensi sebagai antidiabetes. Permasalahan yang ditemukan di Desa Mudung Darat adalah masyarakat telah mengenal daun bengkal, tetapi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai penyiapan bahan dan pembuatan sediaan bahan alam secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan sediaan bahan alam daun bengkal sebagai antidiabetes. Kegiatan dilaksanakan melalui survei awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung pembuatan sediaan, pengemasan dan pelabelan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman lokal secara tepat, aman, dan berkelanjutan. Pemberdayaan berbasis potensi lokal ini juga diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk bahan alam yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat Desa Mudung Darat.
Copyrights © 2026