Penelitian ini menerapkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengevaluasi efektivitas mesin sekaligus mengidentifikasi akar penyebab kerugian produktivitas pada operasi mesin bubut di sebuah produsen komponen hidrolik-silinder di Pasuruan, Indonesia. Observasi selama satu bulan terhadap seluruh 17 mesin bubut di Divisi Machining 1 mencatat total loading time 5.681,55 jam dengan downtime 2.344,10 jam (41,26%), tanpa satu pun mesin mencapai standar availability kelas dunia. Mesin L60, sebagai unit dengan output tertinggi namun availability terendah kedua, dipilih untuk dianalisis secara mendalam dan menghasilkan nilai OEE 19,20% (Availability 44,03%, Performance 43,60%, Quality 100,00%) — jauh di bawah ambang kelas dunia 85%. Analisis Pareto terhadap 236,85 jam waktu non-value-added mengidentifikasi tiga kerugian dominan: No Job (76,04%), Hoist Waiting (20,54%), dan Time-Based Maintenance (3,42%). Analisis fishbone dan 5-Why menelusuri kerugian tersebut hingga ke kelemahan sistem manajemen produksi, bukan kegagalan peralatan. Lima rekomendasi perbaikan prioritas dirumuskan; skenario konservatif memproyeksikan pemulihan OEE hingga 22,91%, dan skenario moderat hingga 33,79%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi OEE-RCA efektif mengidentifikasi sumber utama kerugian produktivitas dan memberikan basis praktis untuk perbaikan kinerja manufaktur melalui perencanaan produksi yang lebih baik.
Copyrights © 2026