Rendahnya hasil belajar IPAS pada materi denah di SDN Banjarejo Kota Madiun menjadi permasalahan yang perlu ditangani secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS materi denah melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas III SDN Banjarejo Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas III SDN Banjarejo Kota Madiun. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata kelas meningkat dari 58,21 pada pra-siklus menjadi 69,46 pada Siklus I, dan mencapai 81,07 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 35,71% (pra-siklus) menjadi 60,71% (Siklus I) dan 89,28% (Siklus II), melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Peningkatan ini dicapai melalui enam fase PBL yang mengintegrasikan konteks nyata denah lingkungan sekitar sekolah, sehingga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pemecahan masalah autentik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran IPAS berbasis masalah kontekstual di sekolah dasar, khususnya dalam penguatan literasi spasial siswa.
Copyrights © 2026