Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan karena pembelajaran berpusat pada guru dan siswa kurang aktif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal cerita pecahan matematika siswa kelas V SD Negeri Semanggi Lor Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest–Posttest Design, melibatkan subjek 28 peserta didik kelas V B SD Negeri Semanggi Lor Surakarta yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes pretest-posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran Role Playing berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V dalam menyelesaikan soal cerita pecahan di SD Negeri Semanggi Lor Surakarta. Rata-rata nilai meningkat dari 50,14 menjadi 81,43. Hasil Paired Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan thitung 30,381 > ttabel 2,052, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Penelitian ini merekomendasikan sekolah mendukung inovasi pembelajaran, guru menerapkan model Role Playing secara optimal, peserta didik berpartisipasi aktif, serta peneliti selanjutnya mengembangkan kajian mengenai kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026