Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan instrumen penilaian autentik oleh guru pada mata pelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di kelas IV SD Negeri 076073 Ononazara, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari empat guru kelas di SD Negeri 076073 Ononazara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung proses koding (open coding, axial coding, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan instrumen penilaian autentik aspek kognitif pada mata pelajaran IPAS telah dilakukan secara berkelanjutan selama dan di akhir proses pembelajaran melalui teknik tes tertulis, tes lisan, dan penugasan, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena instrumen yang digunakan masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah; (2) kendala yang dihadapi guru meliputi kesulitan menyusun rubrik penilaian, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kesulitan mengembangkan instrumen yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi; dan (3) upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut dilakukan melalui diskusi dengan rekan sejawat, pencarian referensi, dan evaluasi terhadap instrumen penilaian yang telah digunakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan instrumen penilaian autentik pada mata pelajaran IPAS masih memerlukan peningkatan kompetensi guru serta dukungan sekolah agar penilaian dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026