Salah satu upaya hilirisasi produk nenas telah dilakukan oleh Kelompok Nenas Berduri (Ponari) di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar melalui pembuatan sirup nenas. Namun, kelompok mengalami permasalahan utama pada rendahnya hasil ekstraksi karena masih menggunakan alat manual, belum adanya SOP baku, dan rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap proses produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk melalui pendampingan penggunaan teknologi pengolahan hasil pertanian, penyusunan standar operasional prosedur, dan pelatihan peningkatan keterampilan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 20–30 botol menjadi 80–90 botol per bulan, efisiensi waktu ekstraksi dari 5–6 jam menjadi kurang dari 1 jam per proses produksi, serta seluruh anggota kelompok Ponari mampu mengoperasikan alat peras dan menerapkan SOP secara mandiri. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan efisiensi dan kemandirian kelompok, memperkuat kapasitas UMKM lokal, serta mendukung keberlanjutan usaha sirup nenas sebagai produk unggulan daerah.
Copyrights © 2026