Banjir merupakan ancaman utama di Provinsi Aceh, khususnya di daerah seperti Kota Subulussalam, yang sering mengalami kerugian material dan korban jiwa akibat keterlambatan sistem peringatan dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe flood warning alarm ramah lingkungan, dengan indikator multilevel dan notifikasi suara untuk meningkatkan efektivitas mitigasi banjir. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi sistem. Prototipe menggunakan sensor ketinggian air, panel surya, baterai cadangan, LED indikator bertingkat, buzzer, serta modul GSM untuk notifikasi. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memberikan peringatan dini secara akurat dan real-time, tetap beroperasi saat listrik padam, serta mudah dioperasikan dan dirawat. Implementasi sistem ini berpotensi mengurangi emisi karbon, menekan biaya hingga 40% dibandingkan sistem konvensional, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir. Flood warning alarm ini menjadi solusi berkelanjutan dalam mitigasi risiko banjir dan mendukung perlindungan lingkungan.
Copyrights © 2026