Nurul Husna
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of The Final School Test Question Instrument for Islamic Religious Education and Ethics Nurul Husna; Nina Nurmila; Chaerul Rochman; Mulyawan; Gina
Educan : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2023): Moral Education
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v7i2.10183

Abstract

Developing question instruments in learning is a skill educator and prospective educators must master. A test instrument is said to be of quality if the question contains several components, including the question stimulus, there is a STEM (question), homogeneity of answers, an alternative formulation of question indicators, context, content, and cognitive level. This study aims to determine the quality of the question components, including the question stimulus, answer homogeneity, context, and mental status of the question. The method used is an analysis of the PAI end-of-semester exam questions and Ethics for the 2022/2023 IX odd semester academic year, namely seeing and analyzing question instruments, including question stimulus, answer homogeneity, context, and cognitive level of the question. The results showed that the question stimulus needs further development, while the uniformity of the answers has met good quality. Based on the cognitive level, questions generally are still categorized as LOTS compared to questions with HOTS categories.
Implementasi Model Dick and Carey dalam Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Mulyawan Safwandy Nugraha; Nurul Husna; Tarsono Tarsono
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2024): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/munawwarah.v16i1.274

Abstract

The ability to design lesson planning is an ability that must be possessed by educators. This model is a design model that offers a continuous process and corresponds to this competence in PAI learning. This research implements a field research model with a descriptive qualitative approach. This research was conducted at SDN 258 Voluntary Bandung City which aimed to see the results of the implementation of the dick and carey model in the development of PAI learning in elementary schools. The research data was obtained from interviews with Islamic Religious Education teachers and students. Observations were made on the implementation of the dick and carey model in the PAI learning process. Documentation in the form of a review of teaching modules. Analysis techniques include data reduction, data verification and conclusions. The results of the study stated the steps applied in the implementation at SDN 258 Voluntary including first, identifying learning objectives Second, conducting teaching analysis. Third, identify data on students' behavior and their personalities. Fourth, describe the purpose of performance. Fifth, formulate benchmark reference test items. Sixth, use relevant learning strategies. Seventh, sort and develop teaching materials. Eighth, designing and developing formative evaluations in the form of teaching and learning activities. Ninth, revise the learning program.
IMPLEMENTASI BUDAYA BAKU UNTUK TERAPI MINDFULNESS ISLAMI SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN KECEMASAN DAN DEPRESI DI KALANGAN GENERASI MUDA  (STUDI KASUS DI LINGKUNGAN DAARUT TAUHIID BANDUNG) Fadhilah Aini; Nurul Husna
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi budaya BAKU (Baik dan Kuat) dalam terapi mindfulness Islami sebagai alternatif penanggulangan kecemasan dan depresi di kalangan generasi muda Muslim, khususnya di lingkungan Daarut Tauhiid Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya prevalensi gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, di kalangan remaja Indonesia, yang diperparah oleh tekanan era digital dan minimnya intervensi berbasis nilai agama dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan generasi muda Muslim yang aktif secara digital dan rutin mengikuti kegiatan keagamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya BAKU dalam praktik mindfulness Islami mampu meningkatkan resiliensi, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan pengelolaan emosi generasi muda. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dan diterima karena selaras dengan nilai spiritual dan budaya yang dianut. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program kesehatan mental berbasis mindfulness Islami dan budaya lokal sebagai solusi preventif dan kuratif yang efektif untuk generasi muda Muslim di era digital. 
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Harmonisasi Sosial Fadhilah Aini; karim Suryadi; Kokom Komalasari; Nurul Husna; Mutia Hidayati
Jurnal Soshum Insentif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v8i2.2216

Abstract

ABSTRAK Indonesia kaya keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan strategis membentuk harmonisasi sosial melalui penanaman nilai toleransi, solidaritas, dan penghargaan perbedaan pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur kualitatif deskriptif untuk menganalisis peran PKn di sekolah. Hasilnya, PKn tidak hanya mentransfer pengetahuan kewarganegaraan, tapi juga membentuk karakter inklusif dan beradab via pembelajaran multikultural serta kearifan lokal. Meski tantangan seperti intoleransi dan diskriminasi masih ada, PKn memperkuat integrasi nasional dan lingkungan belajar damai. Penguatan kurikulum berbasis kebhinekaan, peran guru aktif, serta sinergi sekolah-keluarga-masyarakat esensial untuk generasi harmonis dalam keberagaman Indonesia. ABSTRACT Indonesia is rich in ethnic, religious, racial, and cultural diversity, which has the potential to cause social conflict. Civics Education (PKn) plays a strategic role in fostering social harmony by instilling values ​​of tolerance, solidarity, and respect for differences in students. This research uses descriptive qualitative literature to analyze the role of PKn in schools. The results show that PKn not only transfers civic knowledge but also shapes inclusive and civilized character through multicultural learning and local wisdom. Although challenges such as intolerance and discrimination persist, PKn strengthens national integration and a peaceful learning environment. Strengthening diversity-based curricula, the active role of teachers, and synergy between schools, families, and communities are essential for a harmonious generation amidst Indonesia's diversity.