Kajian ini bertujuan guna mengkaji pengelolaan manajemen organisasi seni di sanggar musik tradisional Bagaspati. Hasil temuan difokuskan pada struktur organisasi, sistem pengelolaan sanggar, serta berbagai kendala operasional yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik perolehan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 4 bulan dengan melibatkan 7 informan yang terdiri dari pimpinan sanggar, pengurus inti, dan anggota aktif dalam sanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi telah diterapkan, namun implementasinya belum secara optimal. Permasalahan utama teridentifikasi pada rendahnya konsistensi kehadiran anggota, dan keterbatasan koordinasi internal. Selain itu mekanisme evaluasi kegiatan masih bersifat informal dan belum terdokumentasi secara sistematis. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan adanya ketidaksesuaian antara struktur organisasi formal dengan praktik manajemen yang dijalankan dalam kegiatan operasional sanggar. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen seni, khususnya dalam memperkuat tata kelola organisasi seni tradisional agar lebih adaptif, sistematif dan jangka panjang.
Copyrights © 2026