Metode pembelajaran di TPQ Mushola Al-Ikhlas selama ini cenderung monoton dan hanya mengandalkan pola simak-baca konvensional, sehingga membuat anak-anak cepat jenuh dan kurang termotivasi dalam mendalami materi keagamaan. Pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana belajar melalui metode gamifikasi kompetitif berbasis misi harian. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini melibatkan pengajar TPQ secara penuh sejak tahap perencanaan hingga evaluasi lapangan. Sebanyak 15 anak mengikuti tantangan belajar empat level yang mencakup materi hafalan surat pendek, doa harian, dan praktik shalat. Untuk memicu semangat, progres santri dicatat secara terbuka di papan tulis sebagai media pemeringkatan (leaderboard). Hasil pendampingan menunjukkan perubahan yang nyata; tingkat kehadiran anak menjadi lebih rutin, suasana kelas jauh lebih antusias, dan kemampuan santri dalam menghafal maupun mempraktikkan ibadah meningkat signifikan. Sistem ini terbukti efektif mengubah persepsi santri terhadap proses belajar, dari yang semula terasa sebagai beban menjadi pengalaman yang menyenangkan. Pengabdian ini menegaskan bahwa strategi partisipatif yang kreatif sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan keberlanjutan program melalui pemberdayaan pengajar lokal.
Copyrights © 2026